Welcome

Artikel

POSYANDU BR.ADAT LATENG,DESA DAUSA .BULAN MARET 2021

19 Maret 2021 08:23:53  Ni Pt Deny Wulandari  172 Kali Dibaca  Berita Desa

Kamis,18 Maret 2021 Bertempat di Br.Adat Lateng,Desa Dausa, Posyandu Balita dan Lansia dilaksanakan dengan tertib dan sangat antusias dimasa pandemi covid-19.

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar/sosial dasar untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.

Posyandu yang terintegrasi adalah kegiatan pelayanan sosial dasar keluarga dalam aspek pemantauan tumbuh kembang anak. Dalam pelaksanaannya dilakukan secara koordinatif dan integratif serta saling memperkuat antar program dan kegiatan untuk kelangsungan pelayanan di Posyandu sesuai dengan situasi/kebutuhan lokal yang dalam kegiatannya tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat.

Posyandu merupakan wadah pemberdayaan masyarakat yang dibentuk melalui musyawarah mufakat di desa/kelurahan dan dikelola oleh Pengelola Posyandu, yang dikukuhkan dengan keputusan kepala desa/lurah. Adapun Manfaat Posyandu untuk masyarakat, di antaranya:

  1. Mendukung perbaikan perilaku, keadaan gizi dan kesehatan keluarga sehingga:
  2. Keluarga menimbang balitanya setiap bulan agar terpantau pertumbuhannya.
    b. Bayi 6-11 bulan memperoleh 1 kapsul Vitamin A warna biru (100.000 SI).
    c. Anak balita 12-59 bulan memperoleh kapsul Vitamin A warna merah (200.000 SI) setiap 6 bulan (Februari dan Agustus).
    d. Bayi umur 0-11 bulan memperoleh immunisasi Hepatitis B 4 kali, BCG 1 kali, Polio 4 kali, DPT 3 kali dan Campak 1 kali.
    e. Bayi diberi Asi saja sejak lahir sampai umur 6 bulan (ASI Eksklusif).
    f. Bayi mulai umur 6 bulan diberikan makanan pendamping ASI.
    g. Pemberian ASI dilanjutkan sampai umur 2 tahun atau lebih.
    h. Bayi/anak yang diare segera diberikan:
  • ASI lebih sering dari biasa
    • Makanan seperti biasa
    • Larutan oralit dan minum air lebih banyak
  1. Ibu hamil minum 1 tablet tambah darah setiap hari.
    j. Ibu hamil mau memeriksakan diri secara teratur dan mau melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan.
    k. Ibu hamil dan Wanita Usia Subur (WUS) mendapat immunisasi Tetanus Toxoid (TT) setelah melalui penapisan TT.
    l. Setelah melahirkan Ibu segera melaksanakan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).
    m. Ibu nifas minum 2 kapsul Vitamin A warna merah (200.000 SI):
  • 1 (satu) kapsul segera setelah persalinan.
    • 1 (satu) kapsul 24 jam setelah pemberian kapsul pertama.
  1. Ibu hamil, nifas dan menyusui makan hidangan bergizi lebih banyak dari saat sebelum hamil.
    o. Keluarga menggunakan garam beryodium setiap kali memasak.
    p. Keluarga mengkonsumsi pangan/makanan beragam, bergizi dan seimbang.
    q. Keluarga memanfaatkan pekarangan sebagai warung hidup/meningkatkan gizi keluarga.

Dengan melaksanakan perilaku di atas, maka diharapkan:

  1. Balita naik berat badannya setiap bulan
    b. Balita tidak menderita kekurangan gizi
    c. Bayi terlindung dari penyakit berbahaya yang dapat dicegah dengan immunisasi
    d. Ibu hamil tidak menderita kurang darah
    e. Bayi lahir tidak menderita GAKY
    f. Balita dan bufas tidak menderita kurang Vitamin A
    g. WUS tidak menderita kurang energi kronis
    h. Masyarakat semakin menyadari pentingnya gizi dan kesehatan
    i. Menurunkan jumlah kematian Ibu dan Balita
  2. Mendukung perilaku hidup bersih dan sehat, sehingga:
  3. Keluarga buang air kecil/besar menggunakan jamban
    b. Keluarga memanfaatkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari
    c. Tidak merokok di dalam rumah/keluarga tidak ada yang merokok
    d. Keluarga mencuci tangan pakai sabun
    e. Rumah bebas jentik nyamuk
    f. Persalinan Ibu ditolong oleh tenaga kesehatan
    g. Keluarga makan buah dan sayur setiap hari
    h. ASI Eksklusif
    i. Menimbang Balita tiap bulan
    j. Keluarga Berencana
  4. Mendukung pencegahan penyakit yang berbasis lingkungan dan penyakit yang dapat dicegah dengan immunisasi, sehingga keluarga:
  5. Tidak menderita Diare, ISPA, DBD dan Malaria
    b. Tidak menderita Hepatitis, TBC, Polio, Difteri, Batuk Rejan, Tetanus dan Campak
  6. Mendukung pelayanan Keluarga Berencana, sehingga Pasangan Usia Subur (PUS):
  7. Menjadi peserta KB
    b. Dapat memilih alat kontrasepsi jangka pendek atau jangka panjang yang cocok dan tepat penggunaan.
  8. Mendukung pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam penganekaragaman pangan melalui pemanfaatan pekarangan untuk memotivasi kelompok dasa wisma berperan aktif, sehingga:
  9. Keluarga mengusahakan budidaya tanaman, sayuran, buah, ikan dan ternak (unggas, sapi, kambing)
    b. Keluarga mampu menyusun menu makanan bergizi sesuai ketersediaan pangan lokal dengan pemanfaatan pekarangan rumah
    c. Keluarga mampu mengembangkan perekonomian dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungannya
    d. Posyandu menjadi pusat informasi dan konseling dalam perlindungan anak dan perempuan, terutama dalam hal pencegahan penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan terlarang, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perdagangan manusia (traficking), penyebaran HIV/AIDS, dll.

*  Sasaran Posyandu

Sasaran Posyandu adalah seluruh masyarakat/keluarga, utamanya adalah bayi baru lahir, bayi, anak balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, PUS, remaja dan Lanjut Usia (Lansia). Pelaksana Posyandu

Pelaksana Posyandu adalah kader yang difasilitasi petugas. Kader Posyandu diharapkan:

  1. Berasal dari anggota masyarakat setempat
    2. Dapat membaca dan menulis huruf latin
    3. Berminat dan bersedia menjadi kader
    4. Bersedia bekerja secara sukarela
    5. Memiliki kemampuan dan waktu luang

Pengertian Posyandu lansia

Posyandu lansia adalah wadah pelayanan untuk warga lanjut usia. Pembentukan dan pelaksanaannya dilakukan berdasarkan inisiatif masyarakat. Hal ini membuat program dan layanan yang tersedia bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.Di Posyandu lansia ada susunan kepengurusan yang akan menjalankan program-program yang telah dirancang. Program-program tersebut umumnya dititikberatkan pada upaya penyuluhan dan pencegahan.

-Jenis pelayanan yang diberikan di Posyandu lansia

Pelayanan yang diberikan oleh Posyandu lansia melalui program dan kadernya pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para orang tua yang lebih rentan terhadap penyakit.Di daerah yang memiliki Posyandu lansia, kadernya akan memantau kesehatan lansia yang ada di daerah itu secara individual dan detail. Umumnya, akan ada kartu atau buku yang digunakan untuk mencatat status kesehatan dan pola hidup para lansia.Secara umum, ada empat jenis pelayanan yang diberikan Posyandu lansia:

  1. Pelayanan Kesehatan

Pelayanan kesehatan yang diberikan tidak hanya mencakup sesuatu yang berhubungan dengan penyakit. Pada Posyandu lansia, kader juga akan melakukan pemeriksaan aktivitas sehari-hari seperti:

  • Mencatat pola makan
  • Cara mandi
  • Rutinitas buang air
  • Kemampuan untuk berjalan dan berpakaian
  • Kemampuan untuk turun atau naik tempat tidur
  • Kemandirian lansia tersebut

Selain itu, lansia juga akan menerima pemeriksaan berupa:

Posyandu lansia juga bisa memberikan rujukan ke Puskesmas apabila ada kondisi yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan untuk lansia bisa dilaksanakan di balai warga seperti layaknya Posyandu balita dan ibu hamil. Namun, bagi lansia yang kesulitan untuk keluar rumah, akan ada kader yang mengunjunginya secara langsung.

  1. Pemberian makan tambahan (PMT)

Para kader Posyandu lansia akan memberikan penyuluhan kepada para lansia mengenai makanan yang sehat dan bergizi yang perlu mereka konsumsi. Untuk memudahkan, para lansia akan mendapatkan contoh menu makanan dengan memperhatikan aspek kesehatan dan gizi yang dibutuhkan, dengan menggunakan bahan makanan yang berasal dari daerah tersebut.

  1. Kegiatan olahraga

Olahraga juga penting dilakukan para lansia untuk menjaga kebugaran tubuh. Para kader akan menuntun kakek dan nenek untuk mengikuti gerakan senam lansia, gerak jalan santai, maupun aktivitas lain yang aman untuk usia lanjut.

  1. Kegiatan non kesehatan

Di Posyandu lansia, juga sering dilakukan kegiatan non kesehatan untuk meningkatkan interaksi sosial dan menjadikan Posyandu sebagai wadah lansia untuk berkegiatan. Jenis kegiatan yang sering dilakukan di antaranya:

  • Kegiatan kerohanian
  • Arisan
  • Kegiatan ekonomi produktif seperti berjualan
  • Berkebun
  • Forum diskusi penyaluran hobi dan lain-lain

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


PETA DESA

Aparatur Desa

Back Next

Statistik Penduduk

LOKASI KANTOR DESA

Sinergi Program

Prodeskel Pajak Online

Info Media Sosial

Arsip Artikel

05 Oktober 2021 | 6.302 Kali
FORUM DISKUSI POLITIK DARI BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN BANGLI
07 Agustus 2018 | 2.642 Kali
Sejarah Desa Dausa
07 Agustus 2018 | 2.598 Kali
Profil Wilayah Desa
06 Agustus 2018 | 2.580 Kali
Pemerintah Desa
06 Agustus 2018 | 2.569 Kali
Visi dan Misi
24 Maret 2021 | 847 Kali
BUNGA PUCUK BANG SEBAGAI MASKOT KOTA BANGLI
13 Januari 2020 | 529 Kali
Posyandu Desa Dausa

Agenda

Belum ada agenda

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:86
    Kemarin:181
    Total Pengunjung:106.185
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.238.49.228
    Browser:Tidak ditemukan

HUBUNGI KAMI

Hubungi Kami

Hubungi Kami

Komentar Terbaru